Selamat Datang di Blog dsetianingsih.blogspot.com

Semoga apa yang saya posttingkan dapat bermanfaat untuk Anda semuanya,,, :)

Senin, 26 Maret 2012

Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter Itu Penting !!!
Pendidikan karakter merupakan prioritas program Kementrian Pendidikan Nasional 2010 – 2014 yang dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter (2010). Pendidikan karakter disebutkan sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik – buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari – hari dengan sepenuh hati. Pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik (moral knowing)”, akan tetapi juga “merasakan dengan baik atau loving good (moral feeling)” dan perilaku yang baik (moral action).
Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pendidikan karakter berfungsi, Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik. Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.
Dalam memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter, ada 18 nilai yang bersumber dari agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional yaitu : Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/berkomunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, tanggung jawab. Dalam mengimplementasikan jumlah dan karakter yang dipilih akan berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.diantara berbagai nilai yang dikembangkan, dalam pelaksanaannya dapat dimulai dari nilai yang esensial, sederhana dan mudah dilaksanakan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah, atau nilai prakondisi (the exiting values) yakni : takwa, bersih, rapih, nyaman, disiplin, sopan, dan santun.
Pada hakekatnya perilaku manusia berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologi yang mencakup seluruh potensi individu (kognitif, afektif, psikomotorik) dan fungsi sosio-kultural dalam konteks  interaksi (dalam keluarga,satuan pendidikan, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat.
Dalam pendidikan karakter terdapat 4 ruang lingkup pandidikan yaitu:
1) Olah hati (spiritual dan emotional development) seperti : beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan  berjiwa patriotik.
2)  Olah pikir (intellectual development) seperti : cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berfikir terbuka, produktif, berorientasi ipteks, dan reflektif.
3)   Olah raga dan kinestektik (physical dan kinesthetic development) seperti: bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatife, kompetitif, ceria, dan gigih.
4)  Olah rasa dan karsa (affective and creativity development) seperti : ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan  produk  Indonesia , dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.
Strategi pendidikan karakter
A.    Strategi di Tingkat Kementrian Pendidikan Nasional
Pendekatan yang digunakan kementrian pendidikan nasional dalam pengembangan pendidikan karakter,yaitu :
1. Stream top down (diambil oleh pemerintah/kementrian pendidikan nasional). Menggunakan lima strategi yang dilakukan secara koheren, yaitu :
a) Sosialisasi (membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan karakter)
b)      Pengembangan regulasi
c)      Pengembangan kapasitas
d)     Implementasidan kerjasama
e)      Monitoring dan evaluasi
2.    Stream bottom up (mengharapkan) inisiatif yang datang dari satuan pendidikan.
3. Stream revitalisasi program (merevitalisasi kembali program-program kegiatan pendidikan karakter terdapat pada kegiatan  ekstrakurikuleryang sudah ada dan sarat dengan nilai-nilai krakter).
Integrsi tiga pendekatan (top down-bottom up-revitalisasi). Ketiga jalur / tingkat top down yang lebih bersifat intrevensi, bottom up yang lebih bersifat penggalian bestpractice dan habituasi, serta revitalisasi program kegiatan yang sudah ada yang bersifat pemberdayaan.
Ketiga pendekatan tersebut, hendaknya dilakukan secara terintegrasi dalam keempat pilar penting pendidikan karakter di sekolah sebagaimana yang dituangkan dalam Desain induk pendidikan karakter, (2010:28), yaitu: kegiatan pembelajaran di kelas, pengembangan budaya satuan pendidikan, kegiatan ko-kurikuler, dan ekstrakulikuler.
B.     Strategi di Tingkat Daerah
   Ada beberapa langkah yang digunakan pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan karakter, dimana semua dilakukan secara koheren.
1)   Penyusunan perangkat kebijakan di tingkat Kabupaten/kota.
2)   Penyiapan dan penyebaran bahan pendidikan karakter yang diprioritaskan
3)   Memberikan dukungan kepada tim pengembang kurikulum (TPK) tingkat kabupaten /kota melalui dinas pendidikan
4)   Dukungan sarana, Prasarana, dan Pembiayaan.
C.    Strategi di Tingkat Satuan Pendidikan
Strategi pelaksanaan pendidikan karakter di satuan pendidiakn merupakan satuan kesatuan dari program manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang terimplementasi dalam pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum oleh setiap satuan pendidikan. Strategi tersebut diwujudkan melalui pembelajaran aktif dengan penilaian berbasis kelas disertai dengan program remidiasi dan pengayaan.
1.    Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dalam kerangka pengembangan karakter peserta didik dapat menggunakan pendekatan kontekstual sebagai konsep belajar dan mengajar yang membantu guru dan peserta didik mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata, sehingga peserta didik mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Dengan begitu, peserta didik lebih memilih hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada tataran afektif (olah hati, rasa dan karsa), serta psikomotor (olahraga)
Pembelajaran kontekstual mencakup beberapa strategi yaitu : pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran pelayanan dan pembelajaran berbasis kerja. Strategi tersebut dapat memberikan nurturant effect pengembangan karakter peserta didik seperti : karakter cerdas, berpikir terbuka, tanggung jawab, rasa ingin tahu.
2.    Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar
Dapat diwujudkan melalui kegiatan pengembangan diri, yaitu :
a.   Kegiatan Rutin : Kegiatan yang dilaksanakan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Misalnya kegiatan upacara hari senin.
b.  Kegiatan Spontan : kegiatan yang dilakukan peserta didik secara spontan pada saat itu juga. Misalnya mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah.
c.   Keteladanan : merupakan perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan peserta didik dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan dari peserta didik lain.
d.   Pengkondisian : penciptaan kondisi yang mendukung keterlaksanaan pendidikan karakter.
3.    Kegiatan ko-kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler.
Diperlukan perangkat pedoman pelaksanaan, pengembangan kapasitas sumber ddaya manusia dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan karakter, dan revitalisasi kegiatan ko dan ekstrakurikuler yang sudah ada ke arah pengembangan karakter.
4.    Kegiatan Keseharian di Rumah dan di Masyarakat
Sekolah mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan di masyarakat.
D.    Penambahan Alokasi Waktu Pembelajaran
Apabila pendidikan karakter diintregrasikan dalam ko kurikuler dan ekstrakurikuler akan memerlukan waktu sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya. Maka diperlukan penambahan alokasi waktu pembelajaran.
E.     Penilaian Keberhasilan
Untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan karakter di satuan pendidikan dilakukan melalui berbagai program penilaian dengan membandingkan kondisi awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu. Penilaian keberhasilan tersebut dilakukan melalui langkah-langkah berikut :
a)      Menetapkan indicator dari nilai-nilai yang ditetapkan atau disepakati
b)      Menyusun berbagai instrument penilaian
c)      Melakukan pencatatan terhadap pencapaian indicator
d)     Melakukan analisis dan evaluasi
e)      Melakukan tindak lanjut
Implementasi Pendidikan Karakter dalam KTSP
1.   Integrasi dalam mata pelajaran yang ada : mengembangkan silabus dalam RPP pada kompetensi yang telah ada sesuai dengan nilai yang akan diterapkan
2. Mata pelajaran dalam mulok : kompetensi ditetapkan dan dikembangkan oleh sekolah atau daerah.
3. Kegiatan pengembangan diri : Pembudayaan dan pembiasaan (pengkondisian, kegiatan rutin, kegiatan spontanitas, keteladanan, kegiatan terprogram), ekstrakurikuler (pramuka, PMR, kantin kejujuran, UKS, KIR, olahraga, seni, OSIS), bimbingan konseling (pemberian layanan bagi anak yang mengalami masalah)

Jadi pendidikan karakter penting bagi masa depan bangsa, pendidikan karakter disamping mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah juga menanamkan kebiasaan (habitution) tentang hal yang baik sehingga anak paham (kognitif) tentang sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baiak dan bisa melakukannya (domain perilaku). Dari kebiasaan yang sudah terbentuk akan terjadi internalisasi (menyatu) dalam diri bersifat kokoh, kuat, sulit dipengaruhi.
Pendidikan karakter ini tidak hanya untuk siswa atau mahasiswa saja, tetapi untuk semua orang.
Sumber :
Buku ajar Strategi Pembelajaran FKIP Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Hand out “Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Masa Depan Bangsa dan Upaya Guru Mewujudkannya” oleh Siti Partini Sudirman, dosen FIP UNY dalam seminar “Strategi Mengajar dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik”



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar